ENGLISH
| Wednesday, 22 May 2013 |
INDONESIA
Wednesday, 22 May 2013 | 02:39
With a daily production volume averaging at 86 million tons on normal days,
Freeports's ceased operations may cost the state US$1.82 million a day.
Wednesday, 22 May 2013 | 02:22
The Energy Ministry announced that all victims of the Freeport mine collapse have
been found. Twenty one workers died while 10 others suffer injuries.
Jum'at, 05 Agustus 2005 | 18:44 WIB
GAM : Tanah 1.000 Hektar Memang Hak Orang Aceh
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pimpinan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) menilai janji pemerintah atas 1.000 hektar tanah yang diberikan bagi mantan aktifis GAM merupakan hak orang Aceh. "Yang dijanjikan itu memang milik kami,"ujar juru bicara GAM Bakhtiar Abdullah, Jumat (5/8). Menurut Bakhtiar, yang ditawarkan tersebut merupakan bagian dari perjanjian. "Itu memang sudah ada dalam kesepakatan,"katanya. Dalam kesepakatan di Helsinki, ada kesepakatan pemberian kompensasi kepada mantan anggota GAM. "Itu, janji pemberian tanah, termasuk kompensasi," ujar Bakhtiar. GAM, saat ini, menurut Bakhtiar, sedang menunggu dan terus melakukan misi untuk mewujudkan kesepakatan tersebut yang akan ditandatangani tanggal 15 Agustus di Helsinki. "Kesepakatan yang sukses, tapi masih banyak yang harus diimplementasikan. Itu yang harus kami lihat, tidak hanya yang ada di meja perundingan,"ujarnya. Setelah penandatangan, kedua pihak harus melaksanakan yang tertulis dalam kesepakatan damai. "Tiga bulan pertama merupakan masa krusial," ujar Bakhtiar. Namun, harus dilaksanakan GAM dan secara paralel juga oleh TNI. Bupati Bireun, Maruf A Geulaga dua hari lalu menyatakan akan memberikan bantuan tanah kepada bekas anggota GAM yang mau kembali ke Indonesia. "Sampai saat ini, sudah ada 214 daftar nama mantan anggota GAM yang akan mendapatkan bantuan tanah,"ujarnya. Yophiandi dan Yudha Setiawan

Comments


Disclaimer: The views expressed in the comments sections are personal responses that do not represent the editorial policy of tempo.co. Our editorial staff reserves the right to moderate or take down comments that contain harassment, intimidation and discrimination against ethnicity, religion, race, and inter-group relations.