ENGLISH
| Monday, 20 May 2013 |
INDONESIA
Monday, 20 May 2013 | 08:33
To keep with the oil-to-gas fuel conversion program, the government is planning to

build 73 CNG stations, working with PGN and Pertamina.
Monday, 20 May 2013 | 07:30
Employers suspect that sugar import process had been compromised, allowing

industry-allotted imported sugar to leak into the general market.
Kamis, 28 Juli 2005 | 12:54 WIB
Rapimnas PBR di Solo Digelar 2 Agustus
TEMPO Interaktif, Solo:Partai Bintang Reformasi (PBR) akan menyelenggarakan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) di Solo, pada tanggal 2 hingga 3 Agustus mendatang. Rapimnas tersebut merupakan keputusan rapat pleno DPP PBR kepengurusan tahun 2003-2007 pada tanggal 26 Juli lalu. Rapimnas yang bakal diikuti oleh seluruh pengurus DPP sebelum konflik dan pengurus DPP itu diharapkan akan mengakhiri perseteruan dua kubu tersebut. "Karena Kepengurusan PBR yang ada baik versi Zaenuddin MZ maupun Zaenal Maarif ternyata tidak diakui karena pemerintah hanya mengakui kepengurusan PBR periode 2003-2007, maka Rapimnas sebagai solusi terakhir,"ujar Nurmadi H Sumarto, koordinator panitia Rapimnas PBR di Solo, Kamis (28/7) Menurut Nurmadi, Rapimnas tersebut merupakan keputusan Pleno DPP yang dihadiri oleh 20 pengurus DPP lama minus Zaenuddin dan pengikutnya. Karena Rapimnas diselenggarakan oleh kepengurusan lama maka seluruh kepengurusan yang saat ini terbelah juga diundang. Namun Nurmadi mengakui dari pihak Zaenuddin belum memberikan konfirmasi kehadirannya. Dari kubu Zaenal Maarif siap untuk datang dan menerima rekomendasi apapun yang dihasilkan Rapimnas. "Semangatnya islah, tentu saya siap untuk datang,"ujar Zaenal. Agenda Rapimnas membahas masa depan PBR. Besar kemungkinan Rapimnas akan membicarakan masalah muktamar ulang, setelah muktamar I di Asrama Haji Pondok Gede yang berujung pada kekisruhan partai. Menurut Nurmadi, yang tercatat sebagai Wakil Sekjen DPP PBR versi Zaenal Maarif ini, apapun keputusan dari Rapimnas maka akan menjadi keputusan yang mengikat. "Kalau ada satu kubu yang tidak bersedia datang, juga harus tunduk pada putusan Rapimnas yang merupakan forum tertinggi setelah muktamar. Apalagi ini adalah Rapimnas yang digelar oleh kepengurusan lama yang diakui pemerintah,"ujarnya. Imron Rosyid

Comments


Disclaimer: The views expressed in the comments sections are personal responses that do not represent the editorial policy of tempo.co. Our editorial staff reserves the right to moderate or take down comments that contain harassment, intimidation and discrimination against ethnicity, religion, race, and inter-group relations.