ENGLISH
| Saturday, 18 May 2013 |
INDONESIA
Saturday, 18 May 2013 | 19:50
Tempo receives the 2013 Gwangju Prize for Human Rights Special Awardfor its
tenacity and consistency in covering human rights issues
Saturday, 18 May 2013 | 17:14
French is the 14th country that legalizes same-sex marriage.
Sabtu, 23 Juli 2005 | 21:21 WIB
PKB Alwi Shihab Unjuk Kekuatan di Surabaya
TEMPO Interaktif, Jakarta:Seribu orang anggota Garda Bangsa dan Satgas Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Timur versi Alwi Shihab melakukan apel siaga di halaman gedung Astra Nawa, kantor Dewan Pimpinan Wilayah partai tersebut, Sabtu (23/7) siang di Surabaya. Apel yang dipimpin oleh Ketua Gerakan Pemuda Anshor Jawa Timur, HM Rofiq merupakan rangkaian kegiatan peringatan Hari Lahir(Harlah) PKB ke-7. Sebelum apel dimulai, para anggota Satgas dan Garda Bangsa itu sempat digembleng ilmu kebal oleh Ustad Atos Mangkubumi dari Jombang. Satu persatu mereka disuruh membuka kaosnya kemudian tubuhnya dirajah ilmu kebal. Setelah itu Ustad Atos memberikan air putih untuk diminum. Usai meminum air, tubuh mereka dibacok dengan senjata tajam dan terbukti tidak luka sedikitpun. Menurut Ketua DPW PKB Jatim, Choirul Anam, apel siaga itu sebenarnya untuk persiapan pengamanan Muktamar PKB yang rencananya dilaksanakan pada akhir bulan September tahun ini. Namun Choirul tak membantah bahwa apel siaga dan gemblengan tersebut bertujuan menandingi kegiatan Harlah yang juga dilakukan oleh PKB kubu Muhaimin Iskandar di Gelora Pantjasila Surabaya. "Kalau mau dikaitkan ke sana ya, monggo (silahkan), meski gemblengan seperti ini sebenarnya hal biasa bagi kami,"kata Choirul. Acara kemudian dilanjutkan dengan pemberian bea siswa bagi siswa kurang mampu serta semaan Al Quran. Malam harinya diadakan pertemuan dengan para alim ulama PKB versi Alwi dan diteruskan pagelaran wayang kulit dengan dalang Ki Enthus Susmono. Beberapa kiai sepuh, seperti KH Abdullah Faqih dari Langitan Tuban dan KH Idris Marzuki dari Lirboyo Kediri hadir. Sementara itu dalam waktu yang bersamaan PKB kubu Muhaimin mengadakan acara di Gelora Pantjasila dengan mendatangkan grup musik Dewa 19. KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang semula dijadwalkan hadir menurut kabar terakhir batal datang. Alasannya, kondisi kesehatan Gus Dur belum pulih benar dan masih harus banyak beristirahat. Kukuh S. Wibowo

Comments


Disclaimer: The views expressed in the comments sections are personal responses that do not represent the editorial policy of tempo.co. Our editorial staff reserves the right to moderate or take down comments that contain harassment, intimidation and discrimination against ethnicity, religion, race, and inter-group relations.