ENGLISH
| Tuesday, 21 May 2013 |
INDONESIA
Senin, 18 Juli 2005 | 05:56 WIB
Pemerintah Kirim Nota Diplomatik ke Riyadh
TEMPO Interaktif, Jakarta: Pemerintah telah mengirimkan nota diplomatik kepada Kementerian Luar Negeri Arab Saudi, pekan lalu, untuk mempertanyakan alasan penahanan Nurmiati binti Sanapiah, pekerja rumah tangga asal Sumbawa yang dianiaya majikannya hingga lumpuh pada awal tahun ini. "Korban kok malah dipenjara?" kata Direktur Jenderal Pembinaan dan Penempatan Tenaga Kerja Luar Negeri Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi I Made Arka kepada Tempo, Ahad (17/7). Kasus penganiayaan yang dilakukan majikan bernama Nahi Fadh al-Dousri kepada Nurmiati ini memang menjadi perhatian warga Arab Saudi, Maret lalu. Bahkan putra mahkota kerajaan, Pangeran Abdullah, memerintahkan agar korban dirawat hingga sembuh di Rumah Sakit Khusus Raja Fahd. Namun, Nurmiati yang kini lumpuh itu malah dipenjarakan. Sedangkan sang majikan tetap menghirup udara bebas. Arka menjelaskan, Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Fahmi Idris sudah memberikan perintah untuk melakukan pembelaan hukum dan hak terhadap Nurmiati. "Pemerintah akan menyewa beberapa pengacara untuk membebaskan Nurmiati," kata Arka, yang optimistis Nurmiati bakal menang. Sebab, beberapa kasus di Arab bisa dimenangi TKI. Apalagi, Arka melanjutkan, Menteri Tenaga Kerja Arab Saudi sudah membuat putusan bagi para majikan untuk menyelesaikan kasus TKI yang bermasalah, langsung dengan dirinya. "Jika tidak diselesaikan, majikan tidak diperkenankan mempekerjakan TKI lagi," ujar Arka. Dihubungi terpisah, juru bicara Departemen Luar Negeri, Yuri Oktavian Thamrin, menjelaskan, selain mengirimkan nota diplomatik, kedutaan Indonesia di Riyadh melakukan pendekatan ke Departemen Luar Negeri Arab Saudi, rumah sakit tempat merawat Nurmiati, dan penjara. Adapun langkah yang akan dilakukan Departemen Luar Negeri di Jakarta, kata dia, adalah memanggil Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia. ISTIQOMATUL HAYATI

Comments


Disclaimer: The views expressed in the comments sections are personal responses that do not represent the editorial policy of tempo.co. Our editorial staff reserves the right to moderate or take down comments that contain harassment, intimidation and discrimination against ethnicity, religion, race, and inter-group relations.