ENGLISH
| Monday, 20 May 2013 |
INDONESIA
Monday, 20 May 2013 | 08:33
To keep with the oil-to-gas fuel conversion program, the government is planning to

build 73 CNG stations, working with PGN and Pertamina.
Monday, 20 May 2013 | 07:30
Employers suspect that sugar import process had been compromised, allowing

industry-allotted imported sugar to leak into the general market.
Minggu, 17 Juli 2005 | 18:42 WIB
Tim Davis Indonesia Takluk 1-4 dari Cina
TEMPO Interaktif, Jakarta: Indonesia harus mengakui keunggulan Cina dalam putaran kedua babak playoff Piala Davis Grup I Zona Asia/Oseania yang berlangsung di lapangan keras Tianjin, Cina, dengan angka 1-4. Setelah di hari pertama, Jumat (15/7), tim Indonesia tertinggal 0-2, lantaran kalah di dua nomor tunggal, ganda Suwandi/Bonit Wiryawan yang diharapkan mampu membangkitkan peluang tim Merah Putih juga tak mampu memetik kemenangan. Menghadapi pasangan Cina, Yu Wang/Xin-Yuan Yu, di partai penting, Suwandi/Bonit tak berkutik dan menyerah dalam pertandingan tiga set 6-3, 7-6 (7/4), 7-6 (7/2). Kekalahan itu membuat dua partai tunggal tersisa yang berlangsung Minggu sudah tidak menentukan karena Cina telah unggul 3-0. Dua kemenangan Cina sebelumnya dipersembahkan Peng Sun yang mengalahkan Suwandi 6-3, 6-2, 6-4, dan Yu Wang yang menundukkan Prima Simpatiaji 6-4, 6-0, 6-4. Meski sudah tidak menentukan, dua partai tersisa tetap dimainkan. Petenis nomor satu Indonesia Prima mempersembahkan satu angka setelah lawannya Hao Lu terpaksa mundur lantaran mengalami cedera punggung. Skor saat itu 2-2 di set pertama. Suwandi yang turun di partai kedua kembali gagal memetik angka. Menghadapi Xin-Yuan Yu, Suwandi dipaksa menyerah dalam dua set langsung 7-6 (7/4), dan 6-3. Kekalahan ini membuat Indonesia harus kembali memainkan babak playoff ketiga Piala Davis jika masih ingin tetap bertahan di Grup I Zona Asia/Oseania pada September mendatang. AP/AFP/DAVISCUP/FIRMAN

Comments


Disclaimer: The views expressed in the comments sections are personal responses that do not represent the editorial policy of tempo.co. Our editorial staff reserves the right to moderate or take down comments that contain harassment, intimidation and discrimination against ethnicity, religion, race, and inter-group relations.