ENGLISH
| Wednesday, 22 May 2013 |
INDONESIA
Wednesday, 22 May 2013 | 02:39
With a daily production volume averaging at 86 million tons on normal days,
Freeports's ceased operations may cost the state US$1.82 million a day.
Wednesday, 22 May 2013 | 02:22
The Energy Ministry announced that all victims of the Freeport mine collapse have
been found. Twenty one workers died while 10 others suffer injuries.
Rabu, 06 Juli 2005 | 19:40 WIB
Pemerintah Segera Suntik Dana ke Pertamina
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah menyanggupi akan memberikan permintaan dana baru bagi Pertamina untuk memenuhi kebutuhan stok bahan bakar minyak (BBM) dalam negeri. "Saya sudah perintahkan untuk siap menampung kebutuhan-kebutuhan tersebut. Saya sudah siap untuk mengamankan itu,"kata Menteri Keuangan Jusuf Anwar usai Rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Rabu (6/7). Mengenai dana yang akan diberikan kepada Pertamina, Jusuf mengaku hingga saat ini masih belum menentukan besarannya. Karena, hingga saat ini Departemen Keuangan belum mendapat permintaan baru dari Pertamina. Dana tersebut, akan diambilkan dana yang ada di APBN 2005. "Dari APBN, pos kantor,"ujarnya. Subsidi Pertamina, menurut Jusuf, diperkirakan akan mencapai 25 persen dari APBN. "Ini, kan, sudah gawat,"ujarnya. Untuk itu, pemerintah terus melakukan ekstensifikasi dan intensifikasi dalam rangka peningkatan pendapatan. Menurutnya, saat ini masih belum bisa dikategorikan sebagai kelangkaan BBM. "Ini hanya aspek panic buying orang-orang terhadap BBM,"kata Jusuf. Jusuf membantah jika terjadinya kelangkaan BBM dikarenakan Depkeu terlambat mencairkan dana bagi Pertamina. "Nggak ada urusan, duitnya masih banyak orang juga masih ngantri di beberapa daerah,"katanya. Menurutnya, yang terjadi adalah adanya masalah pada manejemen stok, naiknya permintaan secara tiba-tiba. "Ini bukan masalah Depkeu,"ujar Jusuf. Ketua Panitia Anggaran DPR Emir Moeis yang harus dilakukan saat ini adalah audit terhadap konsumsi BBM. "Sekarang pembuktian demand terlalu banyak itu dari mana? Itu harus diaudit dulu,"katanya. Lagipula, kekurangan kuota BBM itu baru dapat dilihat pada bulan Oktober, November dan Desember. "Nggak usah ribut nambah pagu sekarang. Penuhi dulu suplainya," kata politikus penggemar cerutu asal Fraksi PDI Perjuangan itu. Suryani Ika Sari

Comments


Disclaimer: The views expressed in the comments sections are personal responses that do not represent the editorial policy of tempo.co. Our editorial staff reserves the right to moderate or take down comments that contain harassment, intimidation and discrimination against ethnicity, religion, race, and inter-group relations.