Saturday, 18 May 2013 | 19:50

Tempo receives the 2013 Gwangju Prize for Human Rights Special Awardfor its
tenacity and consistency in covering human rights issues
Saturday, 18 May 2013 | 17:14

French is the 14th country that legalizes same-sex marriage.
Minggu, 03 Juli 2005 | 12:35 WIB
Presiden: Utamakan Keluarga
TEMPO Interaktif, Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, keluarga Indonesia harus mengembangkan nilai-nilai tersendiri dan berbeda dengan bangsa asing. Menurutnya, basis pengembangan keluarga adalah lewat pernikahan dan bukannya "kumpul kebo".
"Hidup bersama tanpa nikah dicela oleh masyarakat," kata Presiden dalam pidato sambutan peringatan Hari Keluarga Nasional XII di lapangan Monumen Nasional, Minggu (3/7).
Presiden menekankan perlunya ketenangan hidup berkeluarga, karena keluarga merupakan pilar keluarga. Diperlukan keimanan dan ketakwaan yang mencukupi, kata Presiden, dalam kehidupan berkeluarga. "Ketenteraman batin penting untuk menghadapi masalah hidup," tutur Presiden.
Presiden juga menekankan perlunya Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional melanjutkan program Keluarga Berencana. Ia meminta program itu dilanjutkan terus hingga ke desa-desa.
Dai Abdullah Gymnastiar (Aa Gym) di tempat sama mengatakan, pembangunan bangsa tercermin dari kemajuan keluarga Indonesia. Ia meminta kepada pemerintah dan para peserta acara untuk memperhatikan secara bersungguh-sungguh pengembangan keluarga.
Ia sempat menyentil kebiasaan pejabat yang korupsi. Menurutnya, ini karena para orang tua kurang memperhatikan perlunya kejujuran. "Pejabat yang korupsi itu karena punya mental miskin," kata dia. Ceramah menarik itu diakhiri dengan senandung lagu "Jagalah Hati" bersama ribuan peserta. Budiriza