ENGLISH
| Saturday, 25 May 2013 |
INDONESIA
Saturday, 25 May 2013 | 06:20
This exhibition is aimed at increasing the cultural ties between

Yogyakarta and NTT in order to rid NTT's poor image of being

initiators of violence.
Saturday, 25 May 2013 | 05:26
Tourism villages still lack facilities and infrastructure and

have difficulties asking for aid from the government.
Jum'at, 01 Juli 2005 | 20:34 WIB
DKP Alihkan Tambak Udang Windu Tradisional ke Vaname
TEMPO Interaktif, Jakarta:Departemen Kelautan dan Perikanan (DKP) akan mengalihfungsikan sekitar 40 persen tambak udang windu tradisional milik petani dengan jenis udang vaname. "Ini dalam bagian revitalisasi sektor perikanan,"ujar I Made Nurjana di Jakarta, Jumat (1/7). Alih fungsi itu, menurut Made, karena adanya temuan sebaran penyakit pada udang windu. Akibatnya, banyak tambak udang windu petani yang ditutup. "Sebagian memang menggunakan untuk budidaya bandeng, namun kurang menguntungkan,"katanya. Saat ini, menurut Made, terdapat sekitar 380.000 hektar (ha) tambak ekstensif (tradisional) yang tersebar di Indonesia. Dengan adanya rencana DKP, seluas 140.000 ha diantaranya akan berubah menjadi tambak udang vaname. Namun, DKP akan tetap mengembangkan budidaya udang windu pada daerah yang diyakini bersih dari masalah penyakit. Terdapat setidaknya dua daerah, menurutnya, memenuhi kriteria tersebut ; Kalimantan Timur dan sebagian Lampung. "Daerah tersebut masih bersih, jadi tetap dikembangkan,"katanya. Dipilihnya vaname, menurut Made, karena udang dari Amerika ini tingkat ketahanan fisiknya lebih kuat dibanding jenis udang windu. Harapannya, keseluruhan tambak tadi dapat mencapai tingkat produktivitas 600 hingga 700 kilogram/ha/tahun. Disamping itu, menurut Made, pengembangan budidaya udang vaname juga akan dilakukan pada tambak intensif seluas 7000 hektar (ha). Perkiraan produktivitasnya mencapai 30 ton/ha/tahun. "Dengan ini harapannya sudah bisa mendongkrak produksi udang nasional,"ujarnya. DKP juga akan membuka kesempatan impor seluas-luasnya bagi benih vaname spf/spr dengan jaminan bebas penyakit untuk pemenuhan bibit. Disamping itu, dalam upaya yang sama, pihaknya juga akan mengembangkan kembali pembenihan rakyat. Made berharap peralihan fungsi ini tidak akan sampai menimbulkan goncangan di kalangan petani. Made mengakui, tingkat keuntungan petani akan berkurang dibanding sebelumnya yang memelihara udang windu. Rinaldi D Gultom

Comments


Disclaimer: The views expressed in the comments sections are personal responses that do not represent the editorial policy of tempo.co. Our editorial staff reserves the right to moderate or take down comments that contain harassment, intimidation and discrimination against ethnicity, religion, race, and inter-group relations.