Monday, 20 May 2013 | 08:33

To keep with the oil-to-gas fuel conversion program, the government is planning to
build 73 CNG stations, working with PGN and Pertamina.
Monday, 20 May 2013 | 07:30

Employers suspect that sugar import process had been compromised, allowing
industry-allotted imported sugar to leak into the general market.
Kamis, 30 Juni 2005 | 18:54 WIB
Ekspor Rotan Setengah Jadi Dibuka
TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri perdagangan Mari Elka Pangestu mencabut keputusan Menteri Perdagangan dan Perindustrian No. 355/MPP/Kep/5/2004 tentang larangan ekspor rotan setengah jadi, Kamis (30/6).
Dengan demikian, kesempatan ekspor produk rotan setengah jadi berbahan baku rotan hutan alam terbuka luas. “Namun tetap memperhatikan kebutuhan industri pengolah rotan dalam negeri,” ujarnya.
Menurut Mari, pencabutan larangan itu bukan semata karena faktor devisa, tapi agar masyarakat petani/pengumpul rotan dapat menarik manfaat dari hasil sumber daya alam daerahnya. Selain itu, kebutuhan industri barang jadi rotan akan bahan baku tetap dipenuhi, dan kelestarian tanaman rotan dan lingkungannya dapat dipertahankan.
Jangka waktu yang ditetapkan terkait untuk izin ekspor adalah selama 12 bulan ke depan, yakni sejak Juli 2005 hingga Juni 2006.
Untuk batasan volumenya, rotan asalan jenis taman/sega dan irit sebesar 25 ribu ton per tahun, rotan setengah jadi dalam bentuk kulit dan hasil rotan yang diolah dari rotan jenis taman/sega dan irit sebesar16 ribu ton per tahun, sedangkan untuk rotan setengah jadi dalam bentuk rotan poles, hati dan kulit rotan yang diolah bukan dari rotan jenis taman/sega dan irit sebesar 36 ribu ton per tahun. Riska S. Handayani