Friday, 24 May 2013 | 02:55

With US$1.4 million profit from the sales of herbal products, Indonesia as the
world's third largest producer of the commodity.
Friday, 24 May 2013 | 02:31

BI's active role in the money market helps the rupiah from weakening further
following the increasing demand of the US dollar.
Sabtu, 25 Juni 2005 | 02:15 WIB
MS Kaban Minta BPK dan BPKP Audit Proyek Gerhan
TEMPO Interaktif, Mataram:Menteri Kehutanan Malam Sambat Kaban meminta Badan pemeriksa Keuangan (BPK) dan Badan Pengawasan Keuangan Pembangunan (BPKP) menyelesaikan audit program penyelenggaraan Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan (Gerhan)proyek tahun 2003 dan tahun 2004.
Proyek senilai Rp 2,5 triliun itu hingga kini belum selesai laporannya. "Kami minta bantuan ke Lembaga BPK dan BPKP untuk secepatnya mengaudit proyek itu,"kata Menhut Kaban di Senggigi, Lombok Barat.
Kaban juga meminta para Gubernur di Tanah Air yang menyelenggarakan proyek itu, untuk secepatnya menyelesaikan laporan. Program Gerhan itu, di antaranya untuk program penanaman bibit di kawasan hutan yang telah rusak. Secara nasional kerusakan hutan sekarang ini mencapai 59 juta hektar.
Data di Departemen Kehutanan menyebutkan, program
gerhan tahun 2003 anggarannya sebesar Rp 1,114
triliun. Program itu dilaksanakan di 29 daerah aliran
sungai (DAS) dengan lokasi di 15 provinsi atau jika
dirincikan berada di 145 kabupaten/kota. Sedangkan
luas arealnya sekitar 300 ribu hektar.
Sedangkan program gerhan tahun 2004 anggarannya
mencapai Rp 1,473 triliun. Dilaksanakan di 141 DAS
berlokasi di 31 provinsi menggunakan areal seluas 500
ribu hektar.
Sujatmiko