Thursday, 23 May 2013 | 07:27

Tempo interviews State Intelligence Agency Chief, Lt. Gen. (ret) Marciano Norman.
Thursday, 23 May 2013 | 06:20

From Tempo's findings, Labora calls himself an 'entrepreneur' on his ID card,
although he still lists his profession as policeman on his family card.
Kamis, 23 Juni 2005 | 11:46 WIB
Pertamina Manfaatkan Gas Buang
TEMPO Interaktif, Jakarta: Pertamina menerapkan teknologi ramah lingkungan dengan memanfaatkan gas buang kilang (Flare Gas Recovery System) sebagai sumber energi produksi minyak di Kilang Unit Pengolahan V, Balikpapan.
Aplikasi teknologi ini dapat meningkatkan efisiensi kilang, menekan emisi gas buang, dan menghemat US$ 18,6 juta per tahun. “Sistem tersebut diresmikan Dirjen Migas Iin Arifin Tahyan hari ini di Balikpapan,” kata juru bicara Pertamina Abadi Poernomo dalam siaran persnya, Kamis (23/6).
Abadi menuturkan, proyek ini berhasil menekan flare loss sebanyak 4.000 normal meter kubik per jam dan menurunkan emisi karbondioksida sehingga mengurangi efek rumah kaca.
Sumber pendanaan proyek senilai US$ 13 juta ini 70 persennya berasal dari Pemerintah Jepang melalui New Energy and Industrial Technology Development Organization. Sisanya sebesar 30 persen ditanggung Pertamina.
Kilang Unit Pengolahan V berlokasi di Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur dengan luas areal 2,5 kilometer persegi. Kilang terdiri dari dua area yaitu Kilang Balikpapan I yang berkapasitas 60 MBSD dan Kilang Balikpapan II berkapasitas 200 MBSD.
Kedua unit kilang tersebut berfungsi mengolah minyak mentah menjadi produk BBM maupun nonBBM. Kilang-kilang itu memiliki dua buah unit flare system.
Muhamad Fasabeni