ENGLISH
| Sunday, 19 May 2013 |
INDONESIA
Saturday, 18 May 2013 | 19:50
Tempo receives the 2013 Gwangju Prize for Human Rights Special Awardfor its
tenacity and consistency in covering human rights issues
Saturday, 18 May 2013 | 17:14
French is the 14th country that legalizes same-sex marriage.
Senin, 20 Juni 2005 | 12:17 WIB
Presiden Kecewa Kepada A.M. Hendropriyono
TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan kekecewaannya atas sikap mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) A.M. Hendropriyono yang menolak memberikan keterangan kepada Tim Pencari Fakta (TPF) kasus kematian Munir. “Bapak Presiden kecewa karena TPF adalah perpanjangan tangan otoritas dari Bapak Presiden, jadi beliau kecewa dengan ketidakhadiran Hendro Priyono," kata Ketua TPF Munir, Brigjen Polisi Marsudi Hanafi kepada wartawan seusai bertemu Presiden, Senin (20/6) pagi. Presiden, menurut dia, menanggapi positif kerja TPF yang telah dilakukan sampai saat ini. "Beliau tidak memperkirakan dengan kewenangan yang begitu sedikit, TPF begitu bisa sangat maju," ujarnya. Namun, jika kasus kematian aktivis HAM itu sampai tidak terungkap hingga tuntas, sama saja tidak mengalami kemajuan. Sebelum berangkat ke Philipina untuk melakukan kunjungan selama tiga hari, Presiden Yudhoyono selain memanggil Ketua TPF Munir Marsudi, juga memanggil Jaksa Agung Abdurrahman Saleh dan Ketua Tim Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Hendarman Supandji, untuk menanyakan perkembangan kasus-kasus yang tengah ditangani. Dimas Adityo

Comments


Disclaimer: The views expressed in the comments sections are personal responses that do not represent the editorial policy of tempo.co. Our editorial staff reserves the right to moderate or take down comments that contain harassment, intimidation and discrimination against ethnicity, religion, race, and inter-group relations.