ENGLISH
| Friday, 24 May 2013 |
INDONESIA
Friday, 24 May 2013 | 00:03
Pyongyang has denied accusations of committing violence against
rebels in North Korea.
Friday, 24 May 2013 | 00:01
Pyongyang has denied accusations of committing violence against
rebels in North Korea.
Minggu, 12 Juni 2005 | 12:46 WIB
Cerita Tentang Nomor HP Presiden
TEMPO Interaktif, Jakarta: Presiden Yudhoyono berjanji untuk membuka telepon selulernya untuk menerima keluhan dari masyarakat. Ia meminta publik menelepon atau mengirim sms (short message service alias pesan singkat melalui telepon seluler) ke nomor: 08111-09-949. Ia menanggapi keluhan seorang petani, mengenai sikap para pejabat di daerah yang jarang turun ke lapangan dan bertemu dengan petani. "Kalau saudara merasa tidak ada kepedulian, tidak pernah didatangani, hp (telepon genggam) dan sms saya terbuka 24 jam," ujar Presiden saat temu wicara pencanangan Revitalisasi Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan 2005 di Jatiluhur, Jawa Barat, Sabtu (11/6). Anda, pembaca sudah mencoba menghubungi nomor itu? Besar kemungkinan hanya akan mendengar "tulalit..tulalit...". Iya, bisa jadi, memang banyak orang yang ingin menghubungi atau mengirimkan sms ke nomor itu secara bersama-sama sehingga macet. Bagaimana pun, menurut mantan bawahannya, nomor telepon itu telah dipakai Yudhoyono sejak dia perwira menengah. Pengin tahu makna nomor itu? Tak lain adalah tanggal lahir mantan Kepala Staf Teritorial TNI itu. 08111: ini adalah nomor Telkomsel, seperti halnya 0816 untuk Satelindo. 09: merupakan tanggal lahir. 9: adalah bulan lahir, yakni September, dan 49: merupakan tahun kelahiran sang Presiden, yakni 1949. Hingga menjadi Menteri Pertambangan dan Energi pada kabinet Abdurrahman Wahid, sangat mudah menghubungi Pak SBY melalui nomor itu. Namun, seiring dengan kesibukan yang harus ia lakukan ketika menjadi Menteri Koordinator Politik dan Keamanan, nomor ini banyak dipegang sang ajudan. Apalagi kini, SBY telah menempati kursi tertinggi pemerintahan Indonesia, bisa dimaklumi kalau banyak nomor telepon seluler yang ia miliki. Jadi, sabar, kalau kita hanya bisa mendengar "tulalit...tulalit...". Budi

Comments


Disclaimer: The views expressed in the comments sections are personal responses that do not represent the editorial policy of tempo.co. Our editorial staff reserves the right to moderate or take down comments that contain harassment, intimidation and discrimination against ethnicity, religion, race, and inter-group relations.