ENGLISH
| Wednesday, 22 May 2013 |
INDONESIA
Sabtu, 11 Juni 2005 | 18:29 WIB
Jurnal Perempuan Sosialisasi Antiperdagangan Perempuan
TEMPO Interaktif, Jakarta: Yayasan Jurnal Perempuan menggelar sosialisasi dan diskusi mengenai perdagangan perempuan dan anak Indonesia di SMU Negeri 26, Jakarta, Sabtu (11/6). Acara yang dihadiri ratusan pelajar itu menghadirkan narasumber Direktur Eksekutif Yayasan Jurnal Perempuan, Adriana Venny, dan Koordinator Presidium Nasional Indonesia Against Trafficking, Emmy Lucy Smith. Menurut Adriana, sosialisasi itu sangat penting karena korban perdagangan perempuan umumnya remaja pada usia sekolah. “Calo traficking sering beroperasi di lingkungan sekolah untuk mendekati mangsanya,“ katanya dalam diskusi itu. Pada 2003, kata dia, terdapat sekitar 70 ribu remaja perempuan dijual ke Malaysia dan Singapura melalui Tanjung Balai, Sumatera Utara. “Jumlahnya terus meningkat.” Emmy menjelaskan, Indonesia menduduki peringkat ketiga di sebagai pengirim, persinggahan, dan tujuan perdagangan manusia untuk dieksploitasi. Berdasarkan data kepolisian pada 2002, terdapat 700 ribu - 1 juta perempuan dan anak-anak yang diperdagangkan tiap tahunnya. Adapun data Perserikatan Bangsa-Bangsa menunjukkan, per tahun 150 juta orang diperdagangkan dengan jumlah dana sekitar US$ 7 miliar. Astri Wahyuni

Comments


Disclaimer: The views expressed in the comments sections are personal responses that do not represent the editorial policy of tempo.co. Our editorial staff reserves the right to moderate or take down comments that contain harassment, intimidation and discrimination against ethnicity, religion, race, and inter-group relations.