Saturday, 25 May 2013 | 06:20

This exhibition is aimed at increasing the cultural ties between
Yogyakarta and NTT in order to rid NTT's poor image of being
initiators of violence.
Saturday, 25 May 2013 | 05:26

Tourism villages still lack facilities and infrastructure and
have difficulties asking for aid from the government.
Jum'at, 03 Juni 2005 | 17:10 WIB
Fauzi Bowo Minta Agar Lurah dan Camat Tidak Kecolongan
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memerintahkan seluruh camat dan lurah agar lebih waspada terhadap daerah kewenangannya masing-masing menghadapi isu bom malam tadi. "Apalagi pemilik Mal dan Rumah Sakit harus lebih waspada lagi,"ujar Wakil Gubernur Fauzi Bowo, Jumat (3/6).
Masyarakat dan Ketua RT dan RW juga diminta lebih waspada. "Kalau lurah tidak di-back up Ketua RT/RW tidak mungkin bekerja sendiri,"ujarnya. Lurah, tambahnya harus meyakinkan Ketua RT/RW kalau keamanan wilayah teritori RT/RW menjadi tanggung jawab masing-masing. "Harus bekerjasama dengan masyarakat,"ujarnya.
Peringatan Fauzi Bowo berkaitan dengan kondisi keamanan di Jakarta. Bahkan Kedutaan Amerika Serikat di Jakarta kembali mengingatkan warganya tentang kemungkinan adanya serangan bom. Dalam situs kedutaan negara itu, disebutkan bahwa "ekstrimis" merencanakan pengeboman lobi hotel-hotel di Jakarta yang sering dikunjungi orang Barat."Kedutaan telah mempelajari bahwa sejak 1 Juni 2005 ada rencana pengeboman oleh para ekstrimis," demikian siaran yang dirilis hari ini di http://www.usembassyjakarta.org.
Walaupun belum mengkhawatirkan, menurut Fauzi ada indikasi ketidaksingkronan pengawasan keamanan antara RT/RW dan Lurah. "Kita harus antisipasif agar tidak kecolongan,"katanya.
Badriah