ENGLISH
| Thursday, 23 May 2013 |
INDONESIA
Thursday, 23 May 2013 | 07:27
Tempo interviews State Intelligence Agency Chief, Lt. Gen. (ret) Marciano Norman.
Thursday, 23 May 2013 | 06:20
From Tempo's findings, Labora calls himself an 'entrepreneur' on his ID card,

although he still lists his profession as policeman on his family card.
Jum'at, 03 Juni 2005 | 10:21 WIB
Australia Cemaskan Aksi Balas Dendam
TEMPO Interaktif, Canberra: Meski belakangan disebut-sebut bahwa serbuk bakteri yang dikirim ke Kedutaan Besar Indonesia di Canberra bukanlah jenis bakteri berbahaya, namun tak pelak isu ini menimbulkan kecemasan di Australia. Perdana Menteri Australia John Howard khawatir, teror bakteri tersebut menimbulkan efek balik yang akan membahayakan diplomat Australia di Indonesia. “Meski bubuk itu terbukti tidak mematikan, ada bahaya bahwa bakal timbul aksi balas dendam yang mengancam diplomat Austrlia,” kata Howard saat menjawab pertanyaan pemimpin oposisi Kim Beazly, Kamis (2/6). Amplop surat berisi serbuk bakteri itu diterima staf kedutaan Indonesia Rabu (1/6) lalu. Segera setelah mendapat laporan, pihak keamanan Australia bertindak cepat dengan mengisolasi kedutaan dan melakukan prosedur pembersihan kimia terhadap para staf kedutaan. Belum diketahui siapa pengirim surat yang ditujukan kepada Duta Besar Imron Cotan yang sedang tidak di kantornya. Yang pasti, bakteri kiriman itu bukan jenis antraks seperti yang ditakutkan. Ada dugaan, surat itu dikirim berkaitan dengan vonis hukuman penjara 20 tahun bagi Schapelle Leigh Corby, gadis warga Australia yang kedapatan membawa narkoba saat mendarat di Bandara Ngurah Rai, Denpasar. Namun sejauh ini, pihak keamanan Australia belum bersedia mengungkap benarkah isi surat ancaman itu berkaitan dengan kasus Corby. Mereka hanya menyebut, surat itu berbahasa Indonesia. “Isinya, sangat menyerang pihak Indonesia,” kata Menteri Luar Negeri Alexander Downer ketika ditanya benarkah isi surat berkaitan dengan kasus Corby. Daru Priyambodo/Sydney Morning Herald

Comments


Disclaimer: The views expressed in the comments sections are personal responses that do not represent the editorial policy of tempo.co. Our editorial staff reserves the right to moderate or take down comments that contain harassment, intimidation and discrimination against ethnicity, religion, race, and inter-group relations.