Thursday, 23 May 2013 | 12:57

15 children, 108 men, and 35 women from various countries
alleged as illegal immigrants were arrested in Kendari
Thursday, 23 May 2013 | 12:39

Train tickets post Eid Mubarak sold out, leaving mostly D+7 to
D+10 for reservation
Rabu, 01 Juni 2005 | 17:15 WIB
Paket di Kedutaan RI Canberra Berisi Bakteri
TEMPO Interaktif, Sydney: Perdana Menteri Australia John Howard menyatakan, serbuk yang dikirimkan melalui paket ke Kedutaan RI di Canberra adalah bakteri jenis basil. Bakteri ini satu keluarga dengan bakteri antraks, yang berpotensi mematikan.
"Itu bukan serbuk putih biasa, melainkan sejenis bahan biologi," kata Howard kepada stasiun televisi Channel Nine, Australia. "Saya bukan ilmuwan, tapi mereka (penyelidik) bilang bahwa ini sejenis bakteri basil. Saya tidak menjelaskan lebih banyak lagi."
Howard tidak menjelaskan tipe bakteri, yang dikirim dengan paket misterius dan membuat Kedutaan RI tutup hari ini. Kiriman paket yang diduga berkaitan dengan vonis 20 tahun untuk Schapelle Corby oleh Pengadilan Negeri Denpasar, pekan lalu. Gadis 27 tahun warga Australia itu dinyatakan bersalah membawa 4,1 kilogram mariyuana.
Bakteri antraks bisa menimbulkan kematian bagi manusia. Namun, bakteri itu sebenarnya lebih suka hidup di binatang ternak. Antraks dipakai senjata senjata pada 2001, yang kemudian dikirim melalui pos di Amerika Serikat. Saat itu terjadi 22 kasus dan lima orang dinyatakan meninggal akibat bakteri ini. AFP