ENGLISH
| Friday, 24 May 2013 |
INDONESIA
Friday, 24 May 2013 | 05:27
Less than 50 percent of people in Indonesia have access to clean

water.
Friday, 24 May 2013 | 02:55
With US$1.4 million profit from the sales of herbal products, Indonesia as the
world's third largest producer of the commodity.
Senin, 30 Mei 2005 | 17:24 WIB
Hendro Adukan Tim Munir ke DPR
TEMPO Interaktif, Jakarta: Mantan Kepala Badan Intelijen Negara A.M. Hendropriyono mengadu ke Tim Investigasi Kasus Munir DPR. Ia mempersoalkan kerja Tim Pencari Fakta Kematian Munir bentukan Presiden Yudhoyono. "Kami beri masukan, kalau begini arahannya kerja tim pencari fakta tidak jelas," kata Hendropriyono kepada pers di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Senin (30/5). Hendro mengaku datang atas inisiatifnya dan bukan undangan DPR. Ia menilai, tim pencari fakta tidak efektif menyelesaikan kasus Munir. Ia menyatakan, tim justru hanya membuat opini umum. Dia meminta DPR agar membuat tim bisa bekerja lebih efektif dan efisien, sesuai dengan keputusan presiden yang mengatur pembentukannya. Pengacara Hendro, Syamsu Djalal, di tempat sama menyatakan, yang dilakukan tim pencari fakta adalah upaya memolitisasi BIN. "Ini sungguuh membingungkan," kata mantan Komandan Pusat Polisi Militer itu. Hal ini, tuturnya, dapat menimbulkan persepsi bahwa ada kelompok tertentu di belakang tim pencari fakta. "Mungkin ada pihak-pihak tertentu yang ingin memecah belah Negara Kesatuan RI, dengan BIN jadi sasaran," tuturnya. Hendro sebelumnya juga mengadukan dua anggota tim pencari fakta, yakni Rachlan Nasidik dan Usman Hamid, ke Markas Besar Polri. Mantan Pangdam Jaya itu menilai, pernyataan keduanya "menggiring opini yang menghubungkan dirinya dengan kematian Munir". Yuliawati

Comments


Disclaimer: The views expressed in the comments sections are personal responses that do not represent the editorial policy of tempo.co. Our editorial staff reserves the right to moderate or take down comments that contain harassment, intimidation and discrimination against ethnicity, religion, race, and inter-group relations.