English Version
ENGLISH
| Saturday, 01 November 2014 |
Indonesia Version
INDONESIA
Facebook
Twitter
Saturday, 01 November 2014 | 18:46
Bekasi to 'Clean Up' City from Illegal Foreigners   The Bekasi administration is currently watching illegal workers
because they are suspected to have hidden agendas.
Saturday, 01 November 2014 | 18:40
Ahok Inspects Rawamangun Stadium for Asian Games Preparation Acting Jakarta Governor Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama inspected
Rawamangun sports center in East Jakarta on Saturday.
Minggu, 22 Mei 2005 | 16:15 WIB
SBY Jadi Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat
TEMPO Interaktif, Denpasar:Peserta Kongres I Partai Demokrat secara aklamasi menetapkan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi Ketua Dewan Pembina partai tersebut dalam sidang pleno II, Minggu (22/5). Ketika sidang baru dimulai sekitar lima menit, pemimpin sidang, Ramli langsung menawarkan jabatan ketua dewan Pembina kepada floor. "Peserta kongres sekalian yang kami hormati, siapakah yang kita patut pilih dan dudukkan sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat?," ujarnya. Pertanyaan itu langsung dijawab dengan suara nyaring dari para peserta seraya menyebut nama SBY. Sebelumnya, pemimpin sidang menyatakan bahwa kepengurusan DPP PD sebelumnya telah demisioner. Ketua Umum DPP PD Subur Budhisantoso tampil ke depan persidangan untuk memberikan panji-panji partai kepada pemimpin sidang. Tapi kelancaran sidang itu tidak berhasil dipertahankan. Ketika pemimpin sidang mengetuk palu memasuki sidang pleno III dengan agenda utama pemilihan pengurus baru periode 2005-2010, hujan interupsi pun bermunculan. Secara garis besar peserta sidang terbelah kedalam dua kelompok, yakni pro pada persyaratan ketua umum minimal sarjana S1, dan kelompok yang menghendaki agar persyaratan itu minimal lulus SLTA. Untuk memutuskan alternatif itu, dilakukan voting. Hingga berita ini dibuat, proses voting masih berlangsung. Namun, dari pengamatan Tempo, ada tiga nama yang kini makin kuat dalam bursa pemilihan ketua umum. Mereka adalah Budi Utomo, Subur Budhisantoso, dan Soekartono. Made Mustika