English Version
ENGLISH
| Friday, 28 November 2014 |
Indonesia Version
INDONESIA
Facebook
Twitter
Thursday, 27 November 2014 | 22:02
Anti-Corruption Activist Targeted in Bombing in Probolinggo Buchori Muslim is working as an observer to several on-going
corruption cases in Probolinggo.
Thursday, 27 November 2014 | 21:46
Minister Rudiantara to Lift Bans on Vimeo Minister of Telecommunications and Informatics Rudiantara and
Vimeo CEO have scheduled a video conference to discuss the
ban lifting.
Kamis, 19 Mei 2005 | 03:43 WIB
Latihan Kerja Gratis Atasi Pengangguran
TEMPO Interaktif, Tangerang:Salah satu cara Pemerintah Kota Tangerang untuk mengentaskan pengangguran penduduknya, menyediakan balai latihan kerja (BLK) yang dikelola oleh Dinas Tenaga kerja (Disnaker). Pencari kerja di Kota Tangerang terdata dari tahun 2001 hingga kini yang belum mendapatkan pekerjaan ada 35 ribu orang. Rata-rata per tahunnya, sekitar 12 ribu tenaga kerja terserap di perusahaan di Kota Tangerang dari 15 ribu lowongan kerja yang ada. Untuk mengantisipasi membludaknya pengangguran maka BLK Disnaker sejak beberapa tahun terakhir telah mengadakan pelatihan ketenagakerjaan seperti montir sepeda motor, kursus menjahit, tata rias salon dan kelistrikan. Tahun lalu menurut Kepala Dinas tenaga Kerja, Adang Turwana, peserta pelatihan BLK tercatat 240 orang dan tahun ini ada 200 orang. Adang menyebut biaya setiap tahun yang dikeluarkan dan dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) senilai Rp 500 juta. "Mereka ikut pelatihan gratis. Malah setiap peserta diberikan ongkos transportasi per hari lima ribu rupiah,"kata Adang. Para peserta pelatihan ini akan mengikuti program belajar selama 480 jam atau 3 bulan. Mereka akan belajar dan praktek di BLK setiap harinya selama sembilan jam. Serta pelatihan lima hari dalam sepekan. Namun, para peserta latihan telah terseleksi dan memenuhi syarat-syarat seperti berdomisili dan ber-KTP Kota Tangerang, lulusan SMA atau sederajat. "Kalau pendatang baru tidak diperkenankan. Bisa-bisa mereka pakai KTP tembak,"kata Adang. Meskipun pendatang, minimal sudah 2 tahun tinggal di Kota Tangerang. Menurut Adang setiap tahunnya, jumlah pendaftar pelatihan di BLK mencapai ratusan orang. Dari hasil pelatihan tiga bulan itu, 70 persen tersalur ke perusahaan dalam dan luar negeri. Tetapi, tidak bekerjasama secara khusus dengan perusahaan di kota Tangerang. Jika ada perusahaan yang memesan tenaga kerja, Disnaker bisa mengirimkan lebih dari jumlah yang diminta. "Bisa penuhi-lah. Misalnya ada yang meminta lima orang, kami kirim 15 orang biar mereka yang menyeleksi,"ujar Adang. Ayu Cipta