Kamis, 19 Mei 2005 | 23:14 WIB
Indra Djati : Tak Perlu Khawatir Dua Tahap Ujian Negara
TEMPO Interaktif, Jakarta:Kebijakan Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) melaksanakan Ujian Nasional yang akan dilangsungkan dalam dua tahap, Mei dan September mendatang, dinilai Direktur Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah, Departemen Pendidikan Nasional, Indra Djati Sidi, tidak perlu dikhawatirkan. Alasannya, dalam masa pemberlakuan sistem ini pertama kali, diperkirakan sebagian besar siswa akan lebih memilih ujian tahap pertama. "Ini masa transisi. Saya perkirakan sebagian besar siswa akan memilih ikut tahap pertama,"ujarnya.
Menurut perkiraan Indra, sebesar 95 persen siswa akan mengikuti ujian tahap pertama. Sebelumnya, muncul kekhawatiran dengan ujian nasional sistem dua tahap, Mei dan September mendatang, sebagian siswa berpotensi untuk tidak dapat mengikuti Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB). Masalahnya, pelaksanaan ujian SPMB akan berlangsung 6 dan 7 Juli mendatang.
Meskipun Depdiknas memberikan kebebasan siswa untuk memilih mengikuti Ujian Nasoonal tahap kedua, menurut Indra, tahap ini akan didominasi siswa mengulang. Di samping siswa dari daerah yang mengalami permasalahan khusus, semacam bencana di Aceh dan Nias ataupun konflik di Papua. "Jumlahnya kecil,"ujarnya.
Hanya 11 persen siswa tamatan tingkat Sekolah Menengah Atas yang memilih untuk melanjutkan ke Perguruan Tinggi (PT). "Umumnya siswa yang memilih untuk melanjutkan studi ke PT memiliki angka-angka yang tinggi dalam ujiannya,"kata Indra.
Dengan berbagai perkiraan itu, kuota Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru yang akan berlangsung 6 dan 7 Juli mendatang, akan sudah terpenuhi dari peserta ujian tahap pertama. Menanggapi kekhawatiran sistem ini akan membuat siswa yang memilih mengikuti ujian nasional tahap kedua tidak dapat mengikuti SPMB, Indra tak menampik. "Tahun depan sistem akan disiapkan semua lebih baik, mulai dari ujian hingga ke penerimaan,"ujarnya.
Rinaldi D. Gultom