ENGLISH
| Friday, 24 May 2013 |
INDONESIA
Friday, 24 May 2013 | 06:18
Human Rights Working Group deputy executive director, M. Choiful

Anam, believes that Yudhoyono is only seeking hype by receiving

this award.
Friday, 24 May 2013 | 05:27
Less than 50 percent of people in Indonesia have access to clean

water.
Rabu, 18 Mei 2005 | 15:44 WIB
Kuota Haji Mungkin Naik, Ongkos Tidak
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah, menurut Menteri Agama M. Maftuh Basyuni, akan mengupayakan Ongkos Naik Haji (ONH) untuk tahun 2006 tidak naik. "Kami upayakan paling tidak kalau tidak bisa turun (ONH) ya tidak naik. Jadi tidak seperti ONH, ongkos naik haji yang berarti naiik terus saja,"kata Menteri Maftuh, usai menemui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di kantor Presiden, Rabu (18/5). Pemerintah, menurut Maftuh, ingin membuktikan, ONH bahwa dalam perjalanan haji tahun depan tidak akan naik. "Syukur-syukur bisa turun,"katanya. Maftuh melaporkan kepada Presiden hasil kunjungan kerjanya ke Saudi Arabia beberapa hari lalu untuk mempersiapkan perjalanan haji yang akan datang. Hasil kunjungan kerja itu antara lain telah ditandatanganinya Memorandum of Understanding (MoU) antara Indonesia dan Saudi Arabia. MoU tersebut hampir tidak ada perbedaan prinsip dengan MoU tahun lalu. Perbedaannya misalnya pada perjalan haji tahun depan, ketentuan tempat tinggal bagi jemaah haji di Mekkah untuk perjalanan haji sebelumnya adalah 3X1 m untuk tiap jemaah. "Dan pada tahun 2006, ditentukan 3,5X1 m untuk tiap jemaah dengan demikian, ada kemungkinan akan ada kenaikan harga penyewaan,"kata Maftuh. Namun disamping itu, dalam MoU untuk penyelenggaraan perjalanan haji tahun 2006 ini ada keuntungan yang diperoleh Indonesia. Yakni pada perjalanan haji sebelumnya, tiap jemaah haji dikenakan 50 Real sebagai biaya pelayanan. Dan setiap maktab pihak Indonesia harus memberikan biaya pelayanan bagi petugas maktab. "Pada perjalanan haji tahun depan, jemaah tidak diwajibkan untk membayar biaya pelayanan tersebut. Jika pada perjalanan haji sebelumnya jumlah jemaah 189.000 orang, maka menurut Maftuh, pihak Indonesia bisa memperoleh efisiensi 50 Real dikali 189.000 orang. Kira-kira 9,5 juta Real," ujarnya. Untuk kuota haji pada perjalan haji tahun 2006 akan tetap berjumlah 205.000 orang jemaah. Menurut Maftuh, jika dihitung dari jumlah penduduk Indonesia, jumlah kuota haji untuk jemaah haji dari Indonesia sebenarnya bisa lebih besar dari 205 ribu orang. "Tapi saya menganggap 205 ribu sudah cukup besar, nanti kalau perbaikan sudah baik, kami akan meminta sesuai dengan kuota yang tersedia,"kata Maftuh. Pada perjalan haji tahun 2006 nanti kemungkinan Indonesia akan memperoleh kuota haji untuk 207 ribu orang. Namun pihaknya masih belum ingin meningkatkan kuota tersebut. Dimas Adityo

Comments


Disclaimer: The views expressed in the comments sections are personal responses that do not represent the editorial policy of tempo.co. Our editorial staff reserves the right to moderate or take down comments that contain harassment, intimidation and discrimination against ethnicity, religion, race, and inter-group relations.