Wednesday, 19 June 2013 | 16:55

The price is set to be profitable for all stakeholders,
including farmers, Bulog, cooperatives, and private companies.
Wednesday, 19 June 2013 | 16:55

The price is set to be profitable for all stakeholders,
including farmers, Bulog, cooperatives, and private companies.
Senin, 16 Mei 2005 | 19:21 WIB
Bosowa dan Bakrie Dinyatakan Bersih
TEMPO Interaktif, Jakarta: Kejaksaan menyatakan belum menemukan indikasi penyimpangan kredit pada perusahaan yang terkait dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Menko Perekonomian Rizal Ramli: PT Semen Bosowa dan PT Bakrie Telecom.
Dari lima perusahaan yang dilaporkan Badan Pemeriksa Keuangan, Kejaksaan Agung menyatakan baru PT Batavindo dan PT Oso Bali kini dalam proses penelitian. Ia memastikan belum ditemukan indikasi penyimpangan kredit pada Bakrie Telecom dan Semen Bosowa serta PT Domas Agro Inti Prima.
Menurut Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Soehandoyo, Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Hendarman Supandji telah meminta BPK agar mendahulukan perusahaan yang sudah jelas berpotensi memiliki kredit macet.
"Akhirnya baru Batavia dan Oso Bali yang dipaparkan," ujar Soehandoyo pada wartawan di Kejakgung RI, Senin (16/5).
Terhadap tiga perusahaan lainnya, Soehandoyo mengatakan, kejaksaan meminta BPK untuk melengkapi laporannya. Ditanya wartawan apakah berarti penyidik menganggap laporan BPK prematur, Soehandoyo tidak berkomentar. Astri Wahyuni